Tampilkan postingan dengan label Bab bab tentang shalat dari Rasulullah saw.(hadits At-Tirmidzi). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bab bab tentang shalat dari Rasulullah saw.(hadits At-Tirmidzi). Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2009

181. Bab tentang Pendapat orang yang membaca Bismillaahir Rahmaanir Rahiim dengan suara keras

245. Ahmad bin 'Abdah menceritakan kepada kami,Al-Mu'tamir bin Sulaeman menceritakan kepada kami dimana ia berkata:"Isma'il bin Hammad menceritakan kepada ku dari Abu Khalid dari Ibnu' Abbas dimana ia berkata:"Nabi saw. biasa memulai shalatnya dengan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim."
Abu Isa berkata:"Sanad hadits di atas tidak seperti itu.Banyak Ulama'dari kalangan shahabat Nabi saw.diantaranya Abu Hurairah,Ibnu 'Umar,Ibnu'Abbas,Ibnuz Zubair dan ulama'dari kalangan tabi'in berpendapat bahwa bacaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim dengan suara keras.Demikian pula pendapat Asy-Syafi'i,Isma'il bin Hammad,yakni Ibnu Abi Sulaiman,dan Abu Khalid Al-Walibi yang namanya Hurmuz dan dia adalah ulama'Kufah."

180.Bab tentang Tidak mengeraskan bacaan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

244. Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami,Isma'il bin Ibrahim dari Qais bin 'Abayah dari Ibnu 'Abdullah bin Mughaffal dimana ia berkata;"Ayahku mendengar sewaktu aku shalat dengan mengeraskan bacaan Bismillaahir Ragmaanir Rahiim,kemudian ia berkata kepadaku;"Wahai anakku,apa yang kamu ucapkan adalah buat-buatan,jauhilah untuk membuat-buat".Ia lalu berkata;"Aku tidak melihat seorangpun dari kalangan shahabat Rasulullah saw.itu lebih membeci dari membuat-buat dalam Islam",yang dimaksud adalah mengenai bacaan basmalah,dan ia berkata;"Aku shalat bersama-sama dengan Nabi saw. Abu Bakr,'Umar dan Ustman dan Saya tidak mendengar seorangpun di antara mereka yang mengeraskan bacaan itu.Apabila kamu shalat maka ucapkanlah Alhamdullillaahi Rabbil 'aalamiin."
Abu Isa berkata;"Hadits 'Abdullah bin Mughaffal ini adalah hadits hasan".Pengamalan terhadap Hadits ini disepakati oleh mayoritas ulama'dari kalangan shahabat Nabi saw.diantaranya adalah Abu Bakr,'Umar,'Utsman,'Ali dan yang lain dan Ulama' dari kalangan tabi'in.Sufyan Ats-Tsauri,Ibnu Mubarak,Ahmad dan Ishaq berpendapat bahwa tidak perlu membaca Bismillaahir Rahmaanir Rahiim dengan suara keras,dan mereka : Cukup menbaca basmalah untuk dirinya sendiri."

269.Bab tentang larangan Menguap diwaktu shalat

367. Ali bin Hujr menceritakan kepada kami,Ismail bin Jafar memberi tahukan kepada kami, Al-Ala'Abdur Rahman memberi tahukan kepada kami dari Ayahnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda;"Mengapa diwaktu shalat adalah termasuk perbuatan syaitan apabila seseorang diantarakamu menguap hendaklah menahan sedapat mungkin."
Dalam bab ini terdapat hadits dari Abi Said Al-Khudri dan kakek Adi bin Abi Tsabit.
Abu Isa berkata;"Hadits ini adalah hasan shahih".Sekolompok dari para ahli ilmu memakruhkan menguap diwaktu shalat.
Ibrahim berkata;"Aku mencegah menguap dengan dalam".

Sabtu, 16 Mei 2009

213. Bab tentang Tasyahhud (Tahiyyat)

288. Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami,'Ubaidullah Al-Asyja'i memberitahukan kepada kami dari Sufyan Ats-Tsauri dari Abu Ishaq dari Al-Aswad bin Yazid dari 'Abdullah bin Mas'ud dimana ia berkata:"Rasulullah s.a.w. Mengajari kami (yaitu) apabila kami duduk pada dua raka'at,kami supaya membaca Attahiyyaatu lillaah washshalawaatu waththayyibaat,Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh..Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatu.Assalaamu'alainaa wa'alaa ibaadillaahish shaalihiin.Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anaa Muhammadan'abduhuu warasuulu (yang artinya :"Segala penghormat bagi Allah,(demikian juga) segala rahmat dan kebaikan.semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu Wahai Nabi, dan juga rahmat dan barakah Allah,Semoga kesehteraan dilimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih.saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah,dan saya bersaksi bahwa Muhammad adala hamba dan utusannya".
Ia berkata:Dalam bab ini ada hadits dari Ibnu 'Umar,Jabir,Abu Musa dan Aisyah.
Abu 'Isa berkata:"Hadits Ibnu Mas'ud itu diriwayatkan pula dari padanya dengan riwayat yang berbeda.Hadits ini adalah hadits yang paling shahih dari Nabi s.a.w. Dalam masalah tasyahhud."
pengamalan terhadap hadits ini disepakati oleh para ulama'dari kalangan shahabat Nabi s.a.w.dan tabi'in.
Demikianlah terhadap Sufyan Ats-Tsauri, Ibnul Mubarak,Ahmad dan Ishaq.

214. Bab lain masalah di atas
289. Qutaibah menceritakan kepada kami,Al-Laits memberitahukan kepada kami dari Abuz Zubair dari Sa'id bin Jubair dan Thawus darr Ibnu 'Abbas dimana ia berkata:"Rasulullah s.a.w.mengajarkan tasyahhud kepada kami sebagaimana beliau mengajarkan Al-Qur'an kepada kami.Beliau mengucapkan Attahiyyatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah.Saalamun 'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh.Salaamun 'alaina wa'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin, Asyhadu allaa ilaaha illallaah,wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (yang artinya:"Segala penghormatan,barokah,rahmat dan kebaikan adalah bagi Allah.Semoga kesehjahtera dilimpahkan atas kamu wahai Nabi,dan juga rahmat dan barokah Allah.Semoga kejahteraan di limpahkan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shahih.Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah,dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah").
Abu 'Isa berkata:"Hadits Ibnu 'Abbas itu adalah hasan shahih gharib."
Abdur Rahman bin Humaid Ar-Ruwwaisy meriwayatkan hadits ini dari Abu Zubair yang mirip dengan hadits Al-Laits bin Sa'd.
Aiman bin Nabil Al-Makki meriwayatkan hadits ini dari Abuz Zubair dari Jabir,dan dia bukanlah orang yang terpelihara.
Asy-Syafi'i cenderung kepada hadits Ibnu 'Abbas dalam masalah Tasyahhud.